Humor Minangkabau Kelemahan Pada Lirik Lagu Minang

Lagu Minang memiliki 3 kelemahan yang sangat fatal kata seorang profesor



Setelah sekian lama di selidiki dengan seksama dan memakan biaya yang sedikit sekali
seorang profesor ( di ketahui berijazah palsu ) telah dengan sukses menemukan 3 kekurangan atau kebiasaan buruk pada lagu- lagu minang pada umumnya
hasil riset tersebut adalah :

1. Penggunjing

Lagu minang biasanya suka menggunjing, apalagi corak dan lirik lagu lagu lama, coba dengan lagu Mudiak Arau " anak urang sabuik andaleh" dari liriknya sudah bisa di prediksi, menyebut nyebut anak orang, bukan anak sendiri, dan yang pasti anak orang tersebut tidak ada di tempat ini sudah memenuhi syarat sebuah pergunjingan. masih banyak lirik lagu minang yang lain yang  semodel dengan ini yang selalu melagukan " anak urang " bukannya "anak  awak"

2. Lemah hati suka mengadu dan mengeluh

Para pencinta lagu minang pasti tidak asing lagi dengan kalimat, "
oiiii amaaaakkk
onde mande
oo mande kanduang
ondeeeee
oi mak kanduang
nah itu ciri ciri orang yang suka mengeluh dan mengadu menandakan orang Minang sangat lemah hati

3. Tidak suka memakai bahasa Indonesia

Ini adalah kelemahan yang sangat fatal dan sangat mengkhawatirkan, karna semua lagu minang tidak ada yang memakai Bahasa Indonesia

Nah itulah hasil riset sang profesor yang saat ini sedang buron karna membeli ijazah palsu.
sekian


Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
nico
AUTHOR
6/10/15, 1:47 PM delete

Saya tertatarik sekali dengan artikel ini,setelah saya amati dan saya baca sang penulis bukanlah orang minang melainkan org yg iri terhadap karya2 dan budaya tradisi minang kabau. Pada hakekat yg telah ditulis oleh penulis itu bukan lah hal yg nyata,nama nya juga sebuah syair/lagu,jdi mnurut saya wajar2 saja. Kemudian saya melirik dan menatap lama pada poin ke 3 (tiga) disitu sang penulis artikel ini memojok kan lagu minang tidak pernah mmkai bahasa indonesia. Untuk anda kthui bahwa lagu minang adalah lagu daerah yg memakai bahasa daerah yaitu bahasa minangkabau,jadi anda salah dlm mnulis ini.
Dan poin terakhir adalah penjelasan anda tentang tokoh/si profesor yg telah meneliti lagu minang itu adalah berijazah palsu,disini kita bsa mnilai ...,prosfesor yg berpendapat tentang itu saja tdk layak untuk sebuah meneliti dan menghasil kan sebuah riset yg telah di jelaskan nya. Jdi mnurut saya profesor nya aja yg kurang pengetahuan tentang hal tradisi budaya,dan seni. Fakta nya aja di bagian akhir artikel nya dtulis proser tersebut adalah seorang buronan. Jadi logika aja bro.. Trimks..

By; Triniko putra (NIKO). Urang minang asli sekaligus pecinta tradisi budaya seni minang kabau.
Domisili: jakarta
Asal: padang aro,sangir- solok selatan.

Reply
avatar
6/10/15, 8:38 PM delete

Terima kasih atas masukannya

Reply
avatar
Syaiful Adli
AUTHOR
9/22/15, 12:22 AM delete

ya seharusnya memang begitu, ini kan tradisi stiap daerah, termasuk minang kabau,,
kalau lagunya pakai bahasa indonesia, brarti lagunya bukan lagu minang,,,
dan ciri khusus berupa "oi mande kanduang.." dan sebagainya adalah ciri khas lagu minang dan tidak mungkin ada di daerah lain..

trims...

Reply
avatar