Gempa Solok Selatan Menyambut acara Balimau dan Ramadhan 1436 H

Gempa mengguncang Solok Selatan menyambut acara Balimau


gempa solok selatan 2015


Ada yang "istimewa" pada tahun ini dalam menyambut bulan suci ramadhan di Solok Selatan, pada pukul 2.55 dini hari Sabtu menjelang subuh di saat sedang enak-enaknya tidur, masyarakat termasuk saya di kagetkan oleh gempa berkekuatan 5,1 SR. ( BMKG )

Reflek pada saat itu yang terbayang di benak adalah becana, rumah runtuh, tsunami serta korban yang berjatuhan, seketika itu juga secara alamiah timbul kesadaran, ingat mati, ingat dosa dan ingat bekal yang belum ada.

Seperti yang telah sama-sama di ketahui bahwa setiap kejadian pasti ada efek positif dan efek negatifnya, bagaimana bentuknya tergantung persepsi masing-masing.

Mengawali Ramadhan tahun ini yang telah di "buka secara resmi " oleh gempa di 22 KM barat daya Solok Selatan dengan kedalaman 10 KM ini, mungkin suatu " kejutan kecil" dari Sang Pemberi Peringatan, bahwa ada yang masih perlu di perbaiki kembali, atau ada yang mungkin terlupa hal-hal yang penting dan wajib di laksanakna menjelang puasa, apakah itu permasalahan hubungan dengan Tuhan atau bisa juga masalah hablumminannas. Atau bisa jadi ada hal yang sangat perlu untuk di kaji kembali seperti adat kebiasaan kita dalam menyambut Bulan suci yaitu acara BALIMAU.

Jika terdengar kata balimau di saat-saat menjelang Ramadhan, terbayang suatu acara seperti mandi sore hari menjelang magrib di awal puasa ( ini yang saya pahami sedari kecil ) dengan niat puasa, terkadang menggunakan rempah atau kembang tertentu.
khusus bagi yang muda pasti terbayang sebuah acara hiburan, orgen tunggal, jalan jalan, rekreasi, hura-hura, kesempatan buat pergi dengan pasangan yang belum sah dan banyak lagi.
Apakah seperti itu BALIMAU yang sebenarnya?

Sayapun tidak betul-betul paham, karna saya bukan ulama, tetapi Ulamapun tak betul-betul paham, karena sampai saat ini kebiasaan seperti itu yang sejauh pengetahuan saya yang dhaif ini, Nabi tak pernah menyuruh hal yang demikian tetapi masih tetap ada, malah di selenggarakan, di susun dan di pusatkan pada suatu tempat, dan ulamapun diam....

Apakah hal itu boleh?
gempa solok selatan 2015


Orang Minang terkenal dengan perkataan atau ungkapan yang penuh makna atau  " kato nan tasirek" yaitu suatu ungkapan yang maksudnya lain dari kata yang terucap, begitu juga dengan kata BALIMAU.

Memasuki Bulan suci kita di perintah oleh Nabi untuk menyucikan diri lahir maupun batin, dengan cara saling bermaafan, memaafkan kesalahan orang lain, memperbaiki hubungan silaturrahmi. Semua hal tersebut di simpulkan dalam satu kata yaitu " pembersihan" membersihkan diri dari dosa atau noda kesalahan yang masih melekat pada diri untuk menyambut bulan suci, seperti ungkapan orang Minag " suci nan tibo suci pulo nan manyambuik"
Menurut sudut pandang saya itulah makna sebenarnya dari istilah BALIMAU yaitu " memandikan " batin kita dari noda serta karat karat dosa yang masih melekat untuk menyambut tamu agung yang akan segera tiba, sehingga suci yang datang suci pula yang menanti

Dan akhirnya hal itu terserah kepada kita dan tentu kebenaran hanya milik Allah
terima kasih



Previous
Next Post »