Tuhan Menurut Sufi:Tuhan Yang Bisa Dipahami Bukanlah Tuhan

Syaikh Maulana Jalalludin Rumi 

Tuhan menurut pandangan sufi
RUMI

Tentang Tuhan

Manusia yang bertahan dalam ketidaktahuannya tentang Tuhan dan tidak berusaha dengan segala kemampuannya untuk memahami Tuhan, ia bukanlah manusia. Tuhan yang dapat di pahami seseorang bukanlah Tuhan. Manusia yang sejati tak akan pernah berhenti berusaha. Dia menunggu tiada henti di sekitar " cahaya" Tuhan yang mengagumkan. "Tuhan " adalah lilin  yang "membakar" manusia dan terus menariknya agar lebih dekat. Tapi kedekatan itu tak terpahami oleh intelek.


Tentang Guru 

Nilai keutamaan seseorang  dapat di ketahui melalui seorang guru. Murid akan disifati dengan sifat gurunya. Mereka yang cerdas dan tekun akan belajar ilmu ushul pada guru ilmu ushul. Pelajar fiqih membaca kitab fiqih pada guru yang faqih tanpa mengkaji ilmu ushul. Jika seorang guru mumpuni di bidang ilmu nahwu, maka jiwa murid akan tertata seperti ilmu nahwu karena pengaruh dari gurunya. Melalui guru yang fana di jalan Allah, jiwa sang murid akan fana dihadapan sang raja. Ilmu tasawuf lebih utama dari seluruh ilmu karena mengandung banyaknya kebaikan yang bertingkat-tingkat tingginya. Ingatlah, hanya satu hari yang diperlukan oleh Tuhan untuk menyempurnakan segalanya.


Tentang Hakikat

Bagaimana pemuja bentuk berhala akan meninggalkan benda pujaannya sewaktu menemukan emas didalamnya? Ia pasti merenggut emasnya, melemparkan berhala kedalam api, dan menghancurkan bentuk dirinya yang palsu, agar tidak ada lagi gambar berhala didalam emasnya. Gambar itu perampok yang membajak harta spritual di jalan ruhani; dzat emas di dalam dirinya adalah dzat rabbani; sepuhan palsu membentuk patung didalam koin emas. Jangan membakar rumahmu hanya demi membunuh kutu busuk di kamarmu. Namun jangan membuang waktu sehari ke lembah sis-sia untuk memburu semua  nyamuk. kaulah pemuja patung selama kau masih berupaya demi bentuk. Tinggalkan bentuk patung itu dan lihat hakikatnya.


Previous
Next Post »