Dialog Ketuhanan Eksistensi Tuhan Antara Ada Dan Tidak Ada

Dialog Antara Muslimah Dengan Ibu Guru Komunis 

dialog ketuhanan eksistensi Tuhan


Sambungan dari:
Dialog Ibu Guru PKI Atheis Dengan Wali Murid Muslimah

Terjadilah sebuah dialog adu argumentasi antara ibu guru PKI atheis dengan orang tua murid muslimah. Ibu murid menerangkan bahwa bumi dan segala isinya adalah bukti ciptaan Ilahi, tapi ibu guru tidak mayakini. bagi ibu guru, apa yang disebut Tuhan sangat sulit untuk di buktikan. Tuhan hanya sebuah rekaan, sedangkan alam semesta hakekatnya ada dengan sendirinya, melalui proses alamiah tanpa ujung dan tiada pangkal.


Ibu guru PKI atheis nyerocos mengemukakan sederet pertanyaan
" Apakah Tuhan itu menjelma dalam wujud manusia, punya rambut, kuping, hidung dan penglihatan? Ataukah Tuhan itu seperti binatang, tumbuhan, atau seperti benda-benda langit di awang-awang?"

" Tidak. Tuhan tidak menyerupai apa-apa dan siapa-siapa. kalau Tuhan menyerupai sesuatu berarti dia bukan Tuhan. Tuhan berbeda dengan segala hal dari makhluk-Nya. Dia Esa dalam segala-galanya, baik dalam Eksistensi-Nya, Dzat-Nya, maupun Sifat-Nya," jawab ibu murid.


Debat berlangsung lama, ibu murid telah banyak memberikan argumentasi, tetapi ibu guru atheis tetap tak meyakini
" Sekarang begini " kata ibu murid
" Gambarkan aku alam dunia dilengkapi isinya."


Ibu guru memang berbakat seni, oleh karenanya secara cepat menyelesaikan lukisan bumi lengkap dengan isi, mulai dari hewan sampai pepohonan, dari persawahan hingga pegunungan.


Setelah selesai, ibu murid langsung bertanya, pura-pura bingung
" Anda sendiri di mana?"

Ibu guru segera menambahkan gambar dirinya lantas berkata:
" Inilah saya."

Ibu murid lantas menukas:
" Ini bukan anda, tapi hanya gambar anda."

Ibu guru terperangah, terus menghapus gambar dirinya.

Tapi ibu murid kembali bertanya:
" Anda sendiri mana?"

Ibu guru kembali melukis dirinya. Namun ibu murid kembali berkata:
" Itu bukan anda, tapi hanya gambar anda. Anda dengan gambar anda jelas berbeda."

Ibu guru PKI Atheis bingung tak mampu menjelaskan, lantas berkata pelan:
" Saya pencipta lukisan ini, oleh karenanya mustahil saya menjadi bagian dari gambar yang ciptakan ini. Karena eksistensi saya dan hasil karya saya jelas berbeda. Jika saya ada dalam gambar ini, itu pasti bukan saya, tetapi hanya sekedar gambar saya saja."

Ibu murid lantas menimpali:
" Eksistensi Tuhan terhadap alam ciptaan-Nya, dapat di ibaratkan dengan eksisitensi anda terhadap gambar ciptaan anda. ( 1 ) Anda ada, tetapi tak mungkin menjadi bagian integral dari gambar ciptaan anda. Tuhan juga begitu, Dia ada tapi mustahil menjadi bagian dalam alam semesta hasil ciptaan-Nya. ( 2 ) Anda tetap ada kendati tak tercantum dalam gambar hasil lukisan anda. Begitu juga, Tuhan tetap ada kendati tak berada dalam alam hasil ciptaan-Nya. ( 3 ) Anda dapat berbuat apa saja terhadap gambar alam yang anda buat. Tuhan pun dapat berbuat apa saja terhadap alam yang Ia cipta. ( 4 ) Keberadaan anda tak bergantung pada gambar buatan anda. Tuhanpun keberadaan-Nya tak bergantung pada alam ciptaan-Nya ( 5 ) Terlepas apakah gambar itu sadar atau tidak bahwa anda ada, dan anda yang membuatnya, anda tetap ada. Begitu juga Tuhan, terlepas alam atau isinya ( termasuk anda ) sadar atau tidak bahwa Tuhan ada, Dia yang membuat anda, Tuhan tetap ada."


Ibu guru yang Komunis bin atheis terbengong melongo, lantas menunduk malu. Logika dan rasionalitas yang ia junjung tinggi berpijak pada ajaran komunis yang atheis ( anti Tuhan ) ternyata keok ( kalah telak ) oleh logika ketuhanan yang lebih agung dari ibu si murid tadi. Akhirnya ia bingung, linglung, segera pulang kampung.

Sumber: ( Kisah Hikmah - Dhurorudin Mashad. 2002 )

Berikut: Zat Allah Berada Dibalik Rasa " Dekat Tak Berjarak Jauh Tak Berperantara "

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
11/21/15, 9:11 AM delete

wah ceritanya keren gan :)

Reply
avatar
Manusia Ikan
AUTHOR
11/21/15, 11:14 PM delete

Apa bukti kalau komunis jaman dulu mengajarkan ateisme?
Apa yang salah dari komunisme di Indonesia?

Reply
avatar