Tahlil Modern Ala Muhammadiyah - Tahlil Bukan Bid'ah Lagi

Muhammadiyah Mulai Sadar Akan Tahlilan

tahlilan ala muhammadiyah


Dalam komunitas Muhammadiyah, tahlil menjadi persoalan kontroversial, sebagian setuju dan sebagian yang lainnya menolak terhadap tahlil. Kalaupun ada yang setuju namun tetap memberi persyaratan tertentu. Di sisi lain, Muhammadiyah juga bermaksud mengembangkan pangsa pasar dakwahnya dengan pendekatan kulutural. Singkatnya Muhammadiyah juga perlu konsep tahlil alternatif yakni tahlil ala Muhammadiyah.

Makalah ini akan menguraikan tahlil modern meliputi pendahuluan, konseptualisasi dan prosesi. Pengertian; Untuk memberikan pemahaman yang tetap tentang Tahlil Modern, perlu dijelaskan pengertiannya baik secara etimologi maupun terminogis. Secara etimologis, tahlil modern terdiri dari dua kata yakni “tahlil” dan “modern”. Tahlil merupakan kata benda jadian yang diturunkan dari akar kata hallala-yuhallilu-tahlilan yang berarti membaca kalimat “laa ilaaha illallah”. Kata hallala sendiri merupakan kata kerja jadian dengan pola menyingkatkalimat “yaqrau laa ilaaha illallah” menjadi hallala. Hal ini seperti kata kerja jadian lain sejenisnya misal: hamdala, basmala, hay'ala dan lain-lain. Inilah maksudnya tahlil berarti membaca kalimat laa ilaaha illallah. Sedangkan kata modern berarti maju.

Ciri utama disebut maju adalah penekanan pada spek rasionalitas. Adapun secara terminologis, tahlil modern berarti upacara spiritual didahului dengan niat, diikuti dengan pembacaan kalimat-kalimat dan ayat-ayat Al-Qur'an terntetu dan serta diakhiri dengan do’a tertentu yang dilandasi oleh prinsip raionalitas.

Kalimat-kalimat tersebut meliputi tahlil, takbir, istighfar, tasbih, shalawat, sedangkan ayat Al-Qur'an meliputi Surat Al-Fatihah, An-Nas, Al-Alaq, Al-Ikhlas dan Al-Baqarah. Tahlil modern dapat juga disebut tahlil rasional. Rasionalitas Tahlil Modern terletak pada obyektivitas dan spekulatif dalam bertahlil. Secara obyektif amalan-amalan berupa bacaan kalimat yang baik dan ayat-ayat Al-Qur'an pilihan tertentu akan berpahala bagi pelaku tahlil dan pahala tentu akan diberikan kepada pelakunya secara proporsional. Tahlil Modern juga menghindakan diri dari perilaku teologi spekulatif yakni tidak mengirimkan pahala tahlil bagi orang meninggal yang ditahlilkan. Sebab tahlil modern melepaskan dirinya dari konsep pengiriman pahala. Waktu ; Moment Tahlil Modern adalah netral.

Artinya tahlil Modern dapat mengambil moment pada hari-hari tertentu yang definitif pasca kematian seperti hari ketiga, tujuh, empat puluh, seratus dan seribu, dan dapat pula mengambil hari tanpa terikat dengan hari-hari definitif tersebut. Penentuan momentum Tahlil Modern disunnahkan kepada penyelenggaranya.

Kalaupun moment yang diambil adalah hari-hari definitif tersebut tetap harus lepas dari keyakinan bahwa roh orang yang meninggal datang bersamaan dengan datangnya hari-hari definitif tersebut. Tujuan ; Tujuan dari Tahlil Modern adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membaca kalimat- kalimat terpilih. Setelah upaya pendekatan diri tercapai diikuti do’a mohon ampun baik bagi peserta tahlil sendiri maupun bagi orang- orang yang sudah meninggal secara umum dan orang-orang terkasih penyelenggara Tahlil Modern. Dengan demikian , Tahlil Modern bukan bertujuan mengirimkan pahala bacaan tahlil untuk arwah tertentu. Hukum ; Status hukum penyelenggaraan Tahlil Modern adalah mubah, netral. Artinya Tahlil Modern dilakukan ataupun tidak dilakukan tidak mengandung akibat hukum dosa atau berpahala.

Hanya saja, karena Tahlil Modern berisikan amalan-amalan baik maka jika dilakukan tentu akan berdampak hukum secara poitif. Bacaan-bacaan Tahlil Modern termasuk bacaan-bacaan yang baik tentu saja termasuk dalam kategori ibadah qauliyah yang berpahala.

Prosesi Tahlil Muhammadiyah


1. Niat 

Niat tahlil modern adalah mendekatkan diri pada Allah dengan cara membaca kalimat dan ayat-ayat pilihan. Oleh karena itu, sekedar sebagai contoh niat tersebut dapat diungkapkan dengan kalimat : “Kita berkumpul dalam majlis ini bermaksud membaca tahlil modern dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tahlil ini diselenggarakan atas permintaan Bapak .......... yang telah mendahului kita ........... hari atau tahun yang lalu. Menurut informasi yang dapat dipegangi : almarhum / almarhumah dikenal sebagai orang yang suka beramal baik. (sebut contohnya). Berkaitan dengan ini semoga menjadi I’tibar bagi kita semua.

Oleh karena itu, marilah kita membaca tahlil dengan seksama : ‘Ala Hadzihi al-Niyah al-Maksudah al-Fatihah....”


2. Bacaan 

Bacaan kalimat-kalimat dan ayat-ayat pilihan Tahlil Modern antara lain dapat diurutkan sebagai berikut :

1). Surat Al – Fatihah,
2). Surat Al – Ikhlas,
3). Surat Al –Falaq,
4). Surat An – Nas,
5). Surat Al – Baqarah ayat 1 - 5,
6). Ayat Kursi,
7). Isti’fa’ (wa’fu ‘anna waghfirlana, dst),
8). Tarhim 7 x (Irhamna yaa Arhamarrahimiyn),
9). Istighfar 7 x,
10) Tahlil 33 kali,
11) Tasbih 7 x,
12) Shalawat 3 x,
13) Pengakhir (Tahlil Modern ditutup dengan Surat Al – Fatihah).


3. Do'a

Do'a-Do'a Tahlil Modern bukan do’a pengiriman pahala bacaan tahlil bagi yang ditahlilkan melainkan do’a pendekatan diri kepada Allah dan mohon ampun baik bagi pelaku tahlil maupun orang yang dikenang.

Makalah Dr. Mujiono Abdillah, MA, (Majelis Tarjih Muhammadiyah Jawa Tengah)

Baca juga : 
Soal Pendidikan Muhammadiyah Paling Unggul, Benarkah ?
Mencari Tuhan Dengan Jalan Tasawuf - Buya HAMKA
Fatwa - Fatwa Shahih Ulama Wahabi Saudi & Indonesia

Artikel menarik lainnya:

Previous
Next Post »

149 komentar

Write komentar
Unknown
AUTHOR
11/19/15, 9:50 AM delete

bukan do’a pengiriman pahala bacaan tahlil bagi yang ditahlilkan melainkan do’a pendekatan diri kepada Allah dan mohon ampun baik bagi pelaku tahlil maupun orang yang dikenang.
apa bedanya dengan mengirimkan do'a kpd yg ditahlilkan?
#aneh

Reply
avatar
Ahmad Samsul
AUTHOR
11/19/15, 9:51 AM delete

bukan do’a pengiriman pahala bacaan tahlil bagi yang ditahlilkan melainkan do’a pendekatan diri kepada Allah dan mohon ampun baik bagi pelaku tahlil maupun orang yang dikenang.
apa bedanya dengan mengirimkan do'a kpd yg ditahlilkan?
#aneh

Reply
avatar
11/19/15, 11:48 AM delete

Sama aja pakde.... Mbok yo ngenggo seng wes dadi luweh penak... gak usah gengsi . ....

Reply
avatar
Yaumil Akbar
AUTHOR
11/19/15, 12:10 PM delete

enak aja bilang seenak dengkulmu!!!
memfonis org yg tidak melakukannya, menuduh sembarangan tanpa bukti!!!
dalil sebagai hujjah pun gak ada!
hanya orang-orang awam dan orang yg tidak mengenal agamanya yg mempercayai pernyataan dusta ini !

Reply
avatar
solikin olie
AUTHOR
11/19/15, 12:56 PM delete

Alhamdulillah, dah sadar dan kembali mengikuti pendirinya.

Reply
avatar
alfa blora
AUTHOR
11/19/15, 1:17 PM delete

Apapun itu terimakasih untuk mohamadiah yg sudah meberi solusi kerukunan umat Islam di indonesia

Reply
avatar
11/19/15, 3:26 PM delete

Inkonsisten dalam berpendapat

Reply
avatar
Ibram Han
AUTHOR
11/19/15, 4:37 PM delete

Maksud ajakan tahlilan oleh Amin Rais
http://pustakamadrasah.blogspot.co.id/2015/10/apa-maksud-tahlilan-dari-ajakan-amin.html

Reply
avatar
Mr Zeen
AUTHOR
11/19/15, 5:35 PM delete

القد وجدنا هذا البطاقة في باب اليمن على من يعرف الاتصال على هذا رقم

Reply
avatar
leo lotus
AUTHOR
11/19/15, 5:45 PM delete

Sekarang tahlil besok qunut lusa rokaat terawih ditambah.hahahaha

Reply
avatar
Aziez eL Zain
AUTHOR
11/19/15, 6:02 PM delete

ayo tahLiLan bareng.. soaL niat itu urusan masing masing.. mau untuk i'tibar atau mau dikirimkan untuk orang yang sudah mati.. intine tahLiL saiki wes gak bid'ah meneh jare MD..

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/19/15, 6:58 PM delete

Dan berdzikirlah kepada Tuhanmu dengan merendahkan hati dan dengan TIDAK mengeraskan suara.....(Al A'raf:205)

Reply
avatar
11/19/15, 8:39 PM delete

Kalau baik dan ingin berbuat baik,ikuti. Jangan dihujat atau dihina. Jika anda menghina dan menghujat....ingat anda blm tentu lebih paham. Mari demi ukhuwah kita sambut baik dan saling menghormati.

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/19/15, 9:30 PM delete

Karena ini masalah agama maka harus dikembalikan pada AlQuran dan Sunah Rasul.

Reply
avatar
11/19/15, 9:45 PM delete

Saudara2ku, kenapa harus diperdebatkan masalah ini, sebuah kemajuan dan kebaikan dari saudara2 Muhammadiyah sudah mau rujuk ttg masalah tahlil, bukankah akan lbh baik jika kita berdoa semoga peristiwa ini Allah SWT jadikan langkah awal penyatuan islam di Indonesia.

Reply
avatar
Ratu boko
AUTHOR
11/19/15, 10:24 PM delete

Hal gini di ributin.... ribut no sama yg gak sholat

Reply
avatar
11/20/15, 5:34 AM delete

Hadeewww.... Q udah sreg sama apa yang sudah dianjurkan Nabi. Jgn melakukan yg bukan dari tuntunan q. Karena Islam yg dibawanya hingga akan meninggal sudah sempurna. Nabi aja gak pernah mencampuradukkan agama dgn adat istiadat kaum qurais atau arab yg lainnya. Apa yg diperintahkan Allah itu yg harus dilakukan.

Lha tp skrg Muhammadiyah kok melu" ikut bid'ah???
Kalo itu benar, jadi males q ikut organisasinya Muhammadiyah.

Tp alhamdulillah.... Mgkn tulisan diatas hanya propaganda aja.
Ditempat q pengajiannya membahas dan mempelajari isi kandungan Alquran dan Sunnah Nabi aja.

Reply
avatar
Agus Peje
AUTHOR
11/20/15, 6:24 AM delete

Sesama muslim mari saling menghargai dan menghormati, ga usah saling debat masalah klasik seperti ini. Malu sama mereka yg non muslim, pd tertawain muslim nanti. Yuk jaga kerukunan saudaraku mukmin yg di muliakan Allah

Reply
avatar
Ahmad Shohibi
AUTHOR
11/20/15, 6:42 AM delete

Jelas beda boy. disitu konteksnya berdoa (memohon). bukan untuk menghadiahkan do'a kepada yang di tahilkan. saya rasa begitu. wallahu a'lam

Reply
avatar
Eddy N
AUTHOR
11/20/15, 7:11 AM delete

Setau saya nich, Aqiqah itu adat kebiasaan kaum quraisy yg disempurnakan oleh Rosulullah SAW.
Bukan tanpa alasan ketika menyebut bhw aqiqoh adalah percampuran adat quraisy dgn ajaran islam yg dibawa oleh nabi Muhammad SAW.
Terlepas anda memasukkan aqiqoh sbg kategori ubudiyah atau muamalah, monggo...
Sama ketika anda memandang ritual tahlilan yg dimaksud diatas sbg bentuk 'ubudiyah atau muamalah.

Reply
avatar
ALI
AUTHOR
11/20/15, 8:44 AM delete

blogspot.co.dipercaya bukan sumber langsung, fitnah,.....

Reply
avatar
DIan Bagus
AUTHOR
11/20/15, 9:02 AM delete

sukanya kok bermusuhan sama sodara (sesama muslim)?! ributin tuh gimana caranya bantu pelstina....

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:11 AM delete

nyari buku tahlil yang sudah bererdar memang luwih gampang
tapi bukan tahlil modern...................

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:12 AM delete

emange mbah yai ahmad dahlan tahlilan to??
aku ora ngerti

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:13 AM delete

bukan inkonsisten kang mas.....
tapi itulah proses belajar yang sejak bandulan sampai kuburan.............

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:14 AM delete

bisa jadi gitu........
dan gak masalah

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:21 AM delete

kok dikembalikan
emange pergi pow?

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:24 AM delete

jubah...................
nikah.................

Reply
avatar
11/20/15, 9:25 AM delete

Nge.blog jg bukan tuntunan nabi muhammad loh untuk berdakwah.. =)) hahahaha...

Reply
avatar
anang esbe
AUTHOR
11/20/15, 9:25 AM delete

lha wong emang sudah sempurna
dan tak ada umatnya yang menambahi
yang banyak itu jsutru belum mampu mengamalkan semua ajaran yang sudah sempurna itu........................................

Reply
avatar
11/20/15, 9:29 AM delete

Entar aja bang kl dah damai, di indonesia jg kl mau melihat lg, banyak umat islam indonesia yang terdiskriminasi di daerahnya. Cm tidak ada publikasi aja..
Kl palesitina اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ nanti kita doakan.

Reply
avatar
11/20/15, 9:33 AM delete

(y) sip!
Memang kita musti damai..
Kadang lucu jg lihat debat nu dan md, apalagi kl bahas qunut, capek2 bahas qunut tapi orangnya aja jarang sholat shubuh. =)) hahahaha...

Reply
avatar
Nhumedia 13
AUTHOR
11/20/15, 9:38 AM delete

Meskipun berbeda-beda pendapa, kita tetap satu yaitu Islam.

Reply
avatar
11/20/15, 10:10 AM delete

hehehe,,,,,
yang penting tetep toleransi selalu di jaga tidak perlu ngece...

aswaja selalu

Reply
avatar
ibnu darmawan
AUTHOR
11/20/15, 10:32 AM delete

sama saja bos. konsep tahlil itu kan sdh dibuat para ulama' , muhammadiyyah saja yang tidak mengakui. mbah dahlan saja dulu juga tahlil semasa hidupnya. kenapa baru sadar sekarang. cari sensasi segala tahlilan modern. coba Dr. Mujiono Abdillah, MA, (Majelis Tarjih Muhammadiyah Jawa Tengah) jelaskan tahlil klasik itu seperti apa ? bisanya cuma menjelaskan tahlil modern. buktikan, jangan setengah-setengah, secara utuh donk.

Reply
avatar
fata on seven
AUTHOR
11/20/15, 11:23 AM delete

saya berada di jawa tengah, tidak pernah sekalipun ada perkara tersebut yang diamalkan di Muhammadiyah.

Reply
avatar
Achmad Farobi
AUTHOR
11/20/15, 12:45 PM delete

namanya juga malu yg mau ngumung ngirim pahala ke orang yg di kenNG

Reply
avatar
Lodzi Hady
AUTHOR
11/20/15, 3:07 PM delete

Woii.. nggak usah caci maki masalah syar'i. Ya sudah kita saling hormati keyakinan berdasarkan pertimbangan masing2. Tarjih punya argumentasi, begitupun bahtaul masail. Semua punya dasar aqli naqli. Ra usah gontokan. Semoga segala kebaikan dan barokah Allah kepada teman2 Muhammadiyah serta Nahdhiyyin di mana saja. Fastabihul khoirot.

Reply
avatar
Nuza bilfir
AUTHOR
11/20/15, 3:17 PM delete

Ayo belajar dewasa sedikit, gausah saling nyalahin, belum benar,

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
11/20/15, 4:06 PM delete

bidah ya bidah

Reply
avatar
anis wahdi
AUTHOR
11/20/15, 4:09 PM delete

Yg lain sdh pada ke bulan, yg disini masih ngeributin tahlil terus.. Kayak gk ada ujung2nya. Orang sdh maju, disini malah jalan ditempat. Islam itu bukan tahlil tok yg diurusi tapi masih banyak yg lainnya, kayak sdh tidak ada kajian lain selain tahlil..

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
11/20/15, 4:23 PM delete

iya pergi.. sedikit menjauh... maksudnya, kadang stiap tradisi tahlilan ada pembagian makanan dari penyelenggaara kepada yg datang, ini jelas terbalik dari sunah

Reply
avatar
Mickey
AUTHOR
11/20/15, 4:29 PM delete

jalani aja sebaik mungkin yang di yakini sampeyan

Reply
avatar
maz habib
AUTHOR
11/20/15, 6:12 PM delete

ini mungkin http://www.sangpencerah.com/2015/11/media-nu-suka-hoax-plintir-muhammadiyah.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebookjadi JAWABAN

Reply
avatar
siti musbikha
AUTHOR
11/20/15, 6:53 PM delete

kok ora sing mbiyen ngono....
kan ora ono ribut NU dan MD....

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
11/20/15, 7:42 PM delete

Ngaco, Ga ada begituan. Udah deh ga perlu tahlil segala. Kasihan yg kesusahan. Udah kehilangan anggota keluarga direpotin ngasih konsumsi yg pada tahlilan. Bukan rahasia umum kalau enggak ada berkat atau suguhan yang pantas jadi banhan omongan orang yg pada dateng tahlilan. Mending anak anaknya kirim doa selesai shollat wajib ama sunnah aja sendiri. Praktis dan semogal lebih mudah sampai.

Reply
avatar
An Si Kar
AUTHOR
11/20/15, 8:27 PM delete

Jaman rosulullah ada nggak yg sholat pakai sarung/celana dll, itu sarung/celana kan adat itu.

Reply
avatar
Udi Yuwono
AUTHOR
11/20/15, 9:01 PM delete

sebelum komentar lebih baik memperdalam ilmu agama islam dulu, amalkan ilmu yang kita peroleh dengan istiqomah dan ajarkan kepada keluarga dan saudara-saudara kita, Insyaalloh itu lebih baik

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/20/15, 9:38 PM delete

nggak usah diributkan yang paling penting kita selalu berproses untuk mendekatkan diri padaNya dan selalu memohon padaNya agar apapun yang kita semua lakukan baik moderen maupun tradisional diridloiNya. amin.

Reply
avatar
11/20/15, 9:50 PM delete

kembali ke awal ketika Rosulullah mengajarkan dinul islam.... peganglah al quran dan hadist seperti menggigit gerahammu

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/20/15, 10:30 PM delete

Yo simak hadist riwayat daruqutni.. Rusululloh bersabda: Alloh telah mewajibkn kewajiban2,maka jangan kalian siasiakan, dan Alloh telah mnetapkn batasan2, maka janganlah kalian melampauinya,dan Alloh telah mengharamkan bbrapa hal,maka janganlah kalian melanggarnya,dan Alloh mendiamkn bbrapa hal sebagai rahmad atas kalian bukan karna Alloh lupa mengaturnya,maka janganla kalian mmba hasnya.(arti mendiamkn sebagai rahmad, boleh melakukan bahkn sbagai kreatifitas)

Reply
avatar
abdul muin
AUTHOR
11/20/15, 10:39 PM delete

muhammadiyah tidak punya pendirian. selalu az berubah. mudah sekali membuat fatwa menurt pendapt aq lbih baik ikut ulama2 terdhulu ketimbng ikut ulma yng tak jelas. semoga ahlussunah wal jamah selalu dilindungi allah.

Reply
avatar
11/20/15, 11:00 PM delete

Artinya,Ibadah itu ada yg harus ada perintah/contoh dari nabi,dan ada ibadah yg tdk perlu contoh dari nabi (bentuk kreatifitas kehambaan)

Reply
avatar
11/20/15, 11:01 PM delete

Artinya,Ibadah itu ada yg harus ada perintah/contoh dari nabi,dan ada ibadah yg tdk perlu contoh dari nabi (bentuk kreatifitas kehambaan)

Reply
avatar
abdul muin
AUTHOR
11/20/15, 11:18 PM delete

memberi makan tamu itu hukumnya boleh. yang tidak boleh memberi makan dari harta anak yatim (waris) hukumnya haram. tahlilan dengan cara berhutang makruh karna memaksakn kehendak. masalah hadiah sampai atau tidk ulama sdah sepakat sampai. termasuk ulama anda sendiri yng mnytakannx seprti. ibnu taimah. rasid ridho. m.abduh. yang menyatkn tidk sampai itu adlaj kaum mu'tazilah.

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/20/15, 11:40 PM delete

Bahkan ibadah yg ada perintah/contoh pun menjadi bebrapa ktegori:1-Ibadah yg cara nya tertentu dr nabi waktunya tertntu tempatnya tertentu,yaitu ibadah haji.2caranya tertentu,tmpatnya tertentu tapi waktunya bebad,yaitu umroh.3Ibadah yg caranya tertntu waktu tertentu,tempatnya bebas,bisa di madjid,rumah,hotel,kapalselam meski nabi itu tdk pernah sholat di hotel, kapalselam,toh jelas sah sholatnya. 4-Ibadah yg caranya sesuai nabi,waktunya bebas,tmpatnya bebas,yaitu sholat janazah. Ada lagi ibadah yg manasuka,baik waktu tempat,jumlah,cara,bebas memilih,yaitu dzikir/membaca kalimah thoyyibah.

Reply
avatar
11/21/15, 12:08 AM delete

Para sohabatpun banyak melakukan kreatifitas ubudiyah yg belum dicontohkan nabi kemudian setelah nabi tahu justru diapresiasi oleh nabi dan menjadi tasyri'/di sahkan oleh nabi.dan saya yakin seandainya Nabi saw.masih hidup menunggui kita sekarang in,pasti banyak ummat dan Ulama sekarang ini yg di apresiasi oleh Nabi karna kebaikn2 dan kemanfaatan bagi agama dan sesama..

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/21/15, 12:21 AM delete

Itulah dambaan rosululloh kpd umatnya melalui sabdanya: Man sanna fil Islam Sunnatan hasanatan...dst (dalil bid'ah hasanah) agar umat nabi itu terus kreatif agar bisa menjadi umat yg bisa خير الناس انفعهم لناس

Reply
avatar
11/21/15, 12:52 AM delete

Perintah kembali kpd AlQur'an AlHadist untk siapa.? Tentu bagi orang yg mmpunyai kapasitas ke Ilmuan yg sdh pintar tata bahasa arab,ulumuttafsir,ilmu fiqih,ushul fiqih,kalau orang 'awam ya cukup tanya dan manut pd yg 'Alim..masak baca Alqur'an saja belum fasih suruh menggali kandungan/isi dawuh alqur'an jelas tdk sampai/alias mumet dan kesasar

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/21/15, 1:01 AM delete

Hati2 pada orang yg selalu teriak kembali kpd AlQur'an dan Hadist tapi mereka ingkar kpd Ulama Masyhuroh(jumhur Ulama) memang mereka dapat ilmu agama dr siapa
?

Reply
avatar
Khoirul Hadi
AUTHOR
11/21/15, 3:00 AM delete

Inilah indonesia. Nggak kayak negara luar. Beda dikit perang beda dikit perang. Coba bisa kayak negara indonesia. Biar sepedes apapun pasti ada yang mengalah ngaleh ngamok kancane. Soalnya kalah debat. hahaha

Reply
avatar
11/21/15, 4:48 AM delete

Ya Tuhanku,
akulah hamba yang fakir (miskin) di dalam kekayaanku ini,
maka bagaimana aku merasa tidak fakir di kefakiranku.
Kiranya aku selalu butuh berhajat kepada-MU.

Ya Tuhanku,
akulah hamba yang bodoh dalam ilmu pengetahuanku ini,
maka bagaimana takkan lebih bodoh lagi dalam hal
yang aku masih bodoh tidak mengetahuinya.

Tuhanku,
sebelum adanya wujudku yang penuh kekurangan dan kelemahan ini,
Engkau sudah mengumumkan diri-MU adalah penuh dengan belas kasih.
Sekarang, ….
apakah kini Engkau akan tolak diriku dari sifat-Mu itu,
setelah adanya wujudku, dan nyata-nyata adanya kelemahan dan kebutuhanku ini?

Tuhanku,
bagaimana Engkau kembalikan kepadaku untuk mengurusi diriku,
padahal Engkau telah menjamin aku,
dan bagaimana aku akan hina
padahal Engkau yang menolong aku,
bagaimana aku akan kecewa,
padahal Engkau yang kasih padaku.

Inilah aku mendekat pada-Mu
dengan perantara butuhnya aku padaMU.
bagaimana aku akan dapat berperantara dengan yang lainnya kepada-Mu,
dengan sesuatu yang mustahil akan sampai kepadaMU.

Bagaimana aku akan menyampaikan kepadaMu hal keadaanku,
padahal tidak ada yang tersembunyi daripadaMu.

Bagaimana aku jelaskan kepadaMu,
sedangkan kata-kata itu pula daripadaMu dan kembali kepadaMu.

Bagaimana aku akan kecewa atas harapanku,
padahal aku datang kepadaMu.

Bagaimana tidak akan menjadi baik keadaanku,
sedang itu berasal daripadaMu dan kembali pula kepadaMu.

Tuhanku,
alangkah dekatMu daripadaku
dan alangkah jauhku daripadaMu.

Tuhanku,
alangkah kasihMu kepadaku
maka apakah yang telah menutupi aku daripadaMu

Tuhanku,
aku telah mengerti dengan perubahan keadaan dan pergantian-pergantian masa,
bahwa tujuanMu daripadaku untuk memperkenalkan kekuasaanMu kepadaku,
dalam segala keadaan dan masa,
sehingga aku tidak lupa padaMu dalam sesuatu apapun.

Tuhanku,
bagaimana aku akan niat, padahal Engkaulah yang menentukan
dan bagaimana aku tidak bersungguh-sungguh untuk mengerjakannya,
sedangkan Engkau yang menyuruhnya.

Tuhanku,
hilir mudikku,
kembala kembaliku
pada alam benda ini
menyebabkan jauhnya perjalanan…
karena itu dekatkanlah aku kepadaMu
dengan sesuatu amal yang dapat segera menyampaikan aku
kepadaMu….

Tuhanku,
keluarkanlah aku dari kerendahan diriku dengan nafsuku ini
dan bersihkan aku dari keraguan dan syirik
sebelum masuk ke lobang kuburku.

Hanya kepadaMu aku minta bantuan,
maka tolonglah aku.
Hanya padaMu aku menyerah,
maka jangan memberatkan bebanmu

KepadaMu aku mohon,
maka jangan dikecewakan
pada kurniaMu aku berharap
maka jangan ditolak
kepadaMu aku mendekat
maka jangan Engkau jauhkan
di pintuMu aku berdiri
maka janganlah kau usir.

Sungguh…
Apakah yang didapat oleh orang yang kehilangan Engkau
dan apakah yang dirasa kurang oleh orang yang telah mendapati Engkau

Tuhanku,
bagaimana akan diharapkan sesuatu selain Engkau
padahal Engkau tidak pernah merubah dari kebiasaan memberi pertolongan
dengan kebaikanMU ?

Bagaimana akan diminta selain Engkau,
sedangkan Engkau tidak pernah merubah kebiasaan memberi kurnia ?

Tuhanku,
dekatkanlah aku kepadaMu dengan rahmatMu
supaya segera aku sampai kepadaMu
dan tariklah aku dengan kurniaMu
sehingga aku menghadap kepadaMu

Tuhanku,
harapanku tidak putus daripadaMu
meskipun aku telah berbuat doa maksiat,
demikian pula rasa takutku kepadaMu tidak hilang
meskipun aku telah berbuat taat kepadaMu.

Tuhanku,
bagaimana aku akan kecewa
padahal Engkaulah harapanku
Bagaimana aku akan terhina
padahal kepadaMulah aku bersandar dan menyerah diri.

Ya tuhan
yang telah berdinding di balik pagar kemulyaanNya
sehingga tidak dapat dicapai oleh pandangan mata.
Ya Tuhan,
yang telah menjelma dalam kesempurnaan keindahan-Nya
sehingga nyatalah bukti kebesaranNya dalam hati dan perasaan.

Ya Tuhan,
bagaimana Engkau akan tersembunyi
padahal Engkaulah yang zhahir
bagaimana Engkau akan ghaib
padahal Engkaulah pengawas yang tetap hadir.

Mohon Engkau memberi taufiqMu,
kepadaMulah aku berharap bantuan pertolongan.

Reply
avatar
Marwan Ahmad
AUTHOR
11/21/15, 5:38 AM delete

Akhirnya tahlilan juga ya, yang dulunya bid'ah, skrang sdh tdk bid'ah hhhhhhhhhaaaaaai

Reply
avatar
Marwan Ahmad
AUTHOR
11/21/15, 5:42 AM delete

Lama-lama nanti berzanji moderen, ala muhammadiyah hhhhhhhhh

Reply
avatar
Adang Adha
AUTHOR
11/21/15, 6:36 AM delete

Coba cek dulu
Siapa mujiono abdillah apakah benar anggota dewan tarjih muhammadiyah dan boleh mewakili muhammadiyah
Apakah sudah ada di keputusan tarjih?

Reply
avatar
11/21/15, 6:37 AM delete

Munajat yang sangat menyentuh
terima kasih komentnya

Reply
avatar
11/21/15, 7:05 AM delete

Baru ketemu dalilnya, bos, dan baru masuk diakalnya. Jadi, dulu akalnya baru tertutup. Dan tampaknya pembawa makalah kurang bacaan. Tolong baca kitab Ar-Ruh karangannya Ibnul-Qayyim al- Jauziyyah. Kalau nggak punya datang saja ke toko kitab.

Reply
avatar
11/21/15, 7:28 AM delete

Makalah Dr. Mujiono Abdillah, MA, (Majelis Tarjih Muhammadiyah Jawa Tengah), disampaikan dalam Seminar di Universitas Muhammadiyah Purworejo, tanggal 29/09/2002, diringkas oleh Marwan Ibnu Marghani dalam buku Majmuk Fiqih Indonesia Jilid 4; Tahlil dan Teologi Pembebasan; halaman 55 – 56, cetakan ke 1 Jumadil ‘Ula 1429 / Mei 2008. Judul Asli Tulisan dalam buku adalah : “Tokoh Muhammadiyah Menggagas Tahlil Modern”

Reply
avatar
11/21/15, 7:43 AM delete

Beda istilah, tp sangat sensitif buat sbagian org. Klo kirim pahala itu seolah -olah kita mendetekte tuhan buat ngasih pahala ke si fulan dan kita tidak butuh pahala. Bahkan di bbrp masyarakat jawa pedesaan, pahala tahlil itu diilustrasikan sbg makanan (kebendaan) bagi org mati. Mirip klo kita lebaran kirim2 makanan ke sanak saudara. Pemahaman ini yg harus diluruskan.

Reply
avatar
Muhson Son
AUTHOR
11/21/15, 8:16 AM delete

La smua dah kembali ke Alquran dan hadist semakin dikembalikan semakin jauh perbedaannya bagaimana itu, mereka pegang Alquran dan hadist to Nu, mhamdyah , salafi , LDII,sunni, syiah, sama sama dikembalikan kok tambah jelas perbedaannya apa orang-orangnya yang pada ego, beribadahlah menurut kemampuanmu menurut batas ilmumu jangan saling bidah and cela amalmu amalmu amalku amalku, salam ukhuwah islamiyah

Reply
avatar
11/21/15, 8:33 AM delete

Lagian itu Khan Baru makalah yang notabene nya adalah pendapat pribadi bukan pendapat Persyarikatan mas :)

Reply
avatar
Subhin Najah
AUTHOR
11/21/15, 11:02 AM delete

Alhamdulillah... satu permasalahan sdh selesai. Kira2 ada lg nggak ya? Qunut modern atau khilafiah lainnya yg kerap jd mslh dlm masyarakat? Smg mnmbh berkah dlm kerukunan lingkungan sosial masyarakat, Aamiin Ya Allah Robbal 'aalamiin....

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/21/15, 11:31 AM delete

Tidak apa-apa yang penting niatnya utk mendoakan orang yang telah meninggal. Mau itu Tahlil konvensional maupun tahlil modern tak masalah. Semua ada dasarnya. Justru inilah yang harus kita dukung. bersatu walau beda nama. Wong nabi sendiri berdoa utk orang yang telah mendahului dalam tahiyat sholat, salam masuk kuburan dll. Selamat bertahlil moga2 Alloh menerima amalan kita aamiiin

Reply
avatar
11/21/15, 11:38 AM delete

tahlilan motifnya hanya kyai cari uang??

Reply
avatar
11/21/15, 1:08 PM delete

Ternyata masih banyak ya,orang yg ngaku muslim tapi selalu su udzon. Padahal orang yg slalu su udzon pertanda orang yg jauh dr hidayah Alloh..Na'udzubillah..

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/21/15, 1:49 PM delete

Betul sekali,su udzon bikin jauh dari rahmad&hidayah Alloh,jauh dari ssama manusia,dekat dng api perpecahan dekat dngn api neraka..

Reply
avatar
azdabaru
AUTHOR
11/21/15, 4:24 PM delete

Mending gak usah tahlil aja skalian, biar tetep jelas perbedaan antara NU ma MD. Bagi yg bukan NU ato MD gak usah ikut koment, ini persoalan amaliyah kami sendiri.. Bagi yg pingin debat monggo aja, asal pake ilmu..

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/21/15, 6:45 PM delete

Udahlah intinya kita umat islam!!! Gak ada nu dan md...nu patut d contoh karena ngajinya...muhammadiyah patut dibanggakan karena. amal usahanya!!! Kita harus contoh muhammadiyah karena kalau membuat apa apa tidak meminta" dipinggir jalan!!! Tanpa pamrih...sumbangsih untuk bangsa berapa ribu sekolah,rumah sakit dll...mereka meminta tanpa ribut qunut dan tahlil...NU juga patut d contoh dengan pesantrenya...intinya yang koment ruwet itu orang yang gak mau bershodaqoh.... K H hasyim.ashari dan K H A dahlan gak ruwet...

Reply
avatar
Rahmat
AUTHOR
11/21/15, 6:56 PM delete

Sudah lama di kampungku sebagian berniat, kalaupun Allah berkenan pahala bacaan dan sodaqah ini diberikan kepada almarhum juga bagi yg bersedekah dan atau yg membacanya...

Reply
avatar
rio fardani
AUTHOR
11/21/15, 7:26 PM delete

. Jangan suka sebarkan berita hoax, berita bohong yang sumbernya tidak jelas,.
.itu baru gagasan dari Dr. Mujiono Abdillah, dan bukan Fatwa Tarjih Muhammadiyah,.
.jangan suka mengadu domba antar kaum muslimin, kalau ingin tahu yang sebenarnya baca artikel ini :
http://www.sangpencerah.com/2015/11/jangan-paksa-aku-tahlilan-dengan-berita-bohong.html

Reply
avatar
SUGIYANTA
AUTHOR
11/21/15, 8:30 PM delete

Saya yakin Muhammadiyah tak akan mengeluarkan fatwa/pendapat seperti itu. Apakah sudah tabayun? Jika itu benar pendapat Dr. Mujiono Abdillah, tapi itu bukan pendapat Muhammadiyah.

Reply
avatar
11/21/15, 8:40 PM delete

Baca ini untuk mendapatkan pencerahan : http://www.sangpencerah.com/2015/11/jangan-paksa-aku-tahlilan-dengan-berita-bohong.html

Reply
avatar
Aris Diantoro
AUTHOR
11/21/15, 8:40 PM delete

Subhanallah, sy tdk kembali menoleh kebelakang terhadap muhammadiyah yg dahulu tdk membolehkan tahlil. Sekarang berpikir lebih rasional tanpa meninggalkan dasar .

Reply
avatar
11/21/15, 9:45 PM delete

Untuk semuanya baca dulu ini mudah-mudahan paham: Muhammadiyah memang mengiurkan mungkin itu kata yang tepat menggambarkan ulah sekelompok orang atau media yang masih saja gatal dan ga tahu diri memlintir dan menyebar berita hoax tentang Muhammadiyah ke ranah publik

Yang terbaru beredarnya link blogspot dengan judul bombastis " Tahlil Modern Ala Muhammadiyah - Tahlil Bukan Bid'ah Lagi - Muhammadiyah Mulai Sadar Akan Tahlilan " berikut linknya muhammadiyah-tahlil

Seperti yang kami ulas di artikel sebelumnya beginilah model orang - orang dengan daya nalar tidak kritis cengan cukup mengcopy paste tulisan orang kemudian judul diganti dan ditambah tambahkan dengan maksud menggiring opini pembaca jadilah sebuah berita bohong yang disodorkan ke ranah publik

Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam tulisan dan sumber artikel tersebut. Pertama bahwa memang benar yang menulis "Tahlilan Modern Muhammadiyah" adalah Dr. Mujiono Abdillah dalam bentuk makalah yang disampaikan di Seminar Universitas Muhammadiyah Purworejo dan dalam tradisi akademik hal itu adalah lumrah sebuah gagasan pribadi diajukan dalam seminar namun itu hanyalah gagasan atau pendapat individu bukan pendapat lembaga secara resmi ataupun Fatwa Tarjih Muhammadiyah apalagi yang bersangkutan saat ini tidak ada dalam jajaran Majelis Tarjih PWM Jateng periode 2010 - 2015 dan belum kami temukan profil beliau.

Kedua apa yang disampaikan dalam tulisan itu hal yang sangat jauh berbeda dengan praktek upacara tahlilan yang selama ini dipraktekan ketika ada kematian di 3, 7, 30 hari dan seterusnya sehingga memberikan judul bahwa Tahlilan sudah tidak bid'ah lagi hanya rekayasa dan bualan yang punya blog karena tidak memahami esensi tulisan tersebut.Muhammadiyah tetap berpedoman dengan apa yang selama ini diyakini terkait upacara tahlilan salah satunya bisa dirujuk di link ini fatwa-muhammadiyah-tentang-tahlilan.html

Ketiga mengklaim bahwa tulisan itu sebagai produk resmi Persyarikatan Muhammadiyah atau Fatwa Tarjih adalah hal yang sangat fatal dan keliru karena lagi - lagi tidak ada dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih ataupun Persyarikatan berkaitan dengan itu kemudian diklaim dengan maksud bahwa Muhammadiyah sudah sadar akan tahlilan hanyalah upaya meraih legitimasi dari Muhammadiyah terhadap praktek tahlilan mereka, muncul pertanyaan apah mereka yang Tahlilan itu belum merasa afdhal kalau Muhammadiyah belum mempraktekannya? 

Sungguh konyol cara berpikir kelompok atau media ini hanya untuk meraih legitimasi terhadap praktek amalan Tahlilannya kemudian main klaim dan menyebarkan berita bohong, bahkan informasi yang kami terima ( walau perlu divalidasi juga) ada khotib ketika khotbah menyampaikan ke jamaah bahwa Muhammadiyah sekarang sudah tahlilan. Lucu bukan, sejak kapan tulisan bersumber dari blog yang faktanya tidak bisa dipertanggungjawabkan kemudian menjadi sumber literatur ketika berkhotbah hanya untuk meraih simpati terhadap amalannya.

Terakhir persoalan furuiyah ini memang tidak elok dibahas berlarut - larut apa yang kami tulis hanyalah sebuah reaksi terhadap fenomena yang ada di media online, bagi Muhammadiyah menjadi fokus saat ini adalah tantangan ummat islam dan bangsa ke depan serta peran Muhammadiyah di dunia Internasional. Muhammadiyah tidak mau terlalu larut urusan remeh temeh begini. Muktamar Muhammadiyah kemarin menunjukkan organisasi yang modern dan profesional berjalan teduh dan lancar bukan Muktamar yang gaduh dan saling jegal sampai berujung ke gugatan di Pengadilan.

Bagi warga muhammadiyah jika ingin mengetahui sikap resmi persyarikatan silahkan mengakses sumber - sumber terpercaya tidak terpancing oleh opini dan propaganda yang dilancarka media - media kelompok lain yang hanya mencari sensasi. (redaksi sangpencerah.com)

Reply
avatar
11/21/15, 9:55 PM delete

Baca ini Bapak-bapak, Mas-mas Semua

 Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
E-mail: tarjih_ppmuh@yahoo.com dan ppmuh_tarjih@yahoo.com
http://www.fatwatarjih.com

Reply
avatar
anonym
AUTHOR
11/22/15, 12:01 AM delete

naik unta atau kuda saja klo mau ke mana2...gk usah naik motor atau mobil, nabi gk pernah naik motor atau mobil, klo adzan gk usah pake spiker....bilal gk pernah pake spiker

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
11/22/15, 8:14 AM delete

Ayo ayo ribut smua....
Hahahahah....
Ini yg ribut orang kristen,hindu,budha,katolik VS islam ya??
Dasarrr podo kemlinthi kabeh!!!!

Reply
avatar
Jhon Walls
AUTHOR
11/22/15, 2:41 PM delete

Yang merasa masih tahlilan di orang mati, itu kapir modern, kapir blak-blakkan. dan bid'ah tempatnya NERAKA.

Reply
avatar
11/22/15, 3:39 PM delete

Mohon maaf ya,orang suka menkafirkn orang lain kalau menurut hadist nabi justru dia yg secara otomatis telah kafir,percoyo monggo ra percoyo ya silahkn diteuskan,. (Tahlil maulid dll kan cuma ibadah furu'iyah&soal hilafiyah saja)bukan ibadah mahdloh. Yg suka takfir itu faham nggak yaa yg mahdloh ghoiru mahdloh.saya yakin tidk..

Reply
avatar
indartomas
AUTHOR
11/22/15, 4:20 PM delete

Fitnah tanpa bukti. Lihat ketetapan majelis tarjih jika ingin tau. Jangan cuma mengikuti pelintiran kalimat oleh sebuah website gratisan yg tidak bermutu.

Reply
avatar
Evri za
AUTHOR
11/23/15, 5:01 AM delete

Sumber ga jelas diprcaya, orng blum ada putusan tarjih muhammadiyah, ps muktamar kmrin jg gada putusanny

Reply
avatar
Evri za
AUTHOR
11/23/15, 5:03 AM delete

Sumber ga jelas diprcaya, orng blum ada putusan tarjih muhammadiyah, ps muktamar kmrin jg gada putusann

Reply
avatar
Evri za
AUTHOR
11/23/15, 5:04 AM delete

Sumber ga jelas diprcaya, orng blum ada putusan tarjih muhammadiyah, ps muktamar kmrin jg gada putusanny

Reply
avatar
Evri za
AUTHOR
11/23/15, 5:10 AM delete

Astaghfirullah, bedakan hal bisa dirubah sama tidak bisa dirubah, contoh wudhu, itu mutlak ga bisa diubah msalny mengusap kepala aja yg lain tidak, ga boleh, yg bisa drubah carany, mau pke keran, mau pke gayung, mau disungai, smbil duduk, trserah, nh klo mslah pkaian sholat yg gabisa diubh ya mnutup aurat, mslsh mnutupny pke apa y trserah, adzan jg, yg pnting bcaanny bner msalah adzanny pke apa y trserah, ga bisa dismakan smua

Reply
avatar
11/23/15, 5:26 AM delete

Semoga pelaku fitnah ini bisa segera bertobat. Sekali lagi MD tidak pernah ada acara2 tahlilane Wong mati. Bid'ah. Nabi sendiri saja tidak pernah melakukan hal itu.

Reply
avatar
Zainul Arifin
AUTHOR
11/23/15, 6:37 AM delete

Kang multisera yg memperdebatkn tahlilan hrp maklumi kr gk bs bc kitab kuning, mahdloh ghoiru mahdloh gk ngerti, bs nya cm bs mlintir bolak balik kata sj, jmlh kecil mau mempengaruhi yg bsr, kyai nya kyai nasionalis (bercelana), ulama' nya ulama' kitab terjemah (bkn kitab kuning).... Silahkn berdebat sampek ludah berbusa....

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
11/23/15, 9:07 AM delete

He... he... he.... Sekali ahli Bid'ah tetaplah AHLI BID'AH. sekali tukang fitnah, tetaplah TUKANG FITNAH.
http://www.sangpencerah.com/2015/11/jangan-paksa-aku-tahlilan-dengan-berita-bohong.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1

Reply
avatar
Evri za
AUTHOR
11/23/15, 9:13 AM delete

Sumber ga jelas diprcaya, orng blum ada putusan tarjih muhammadiyah, ps muktamar kmrin jg gada putusann

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/23/15, 10:02 AM delete

Di jogja sekarang ini lagi gencar2nya beliau bpk Prof H.Amin Rais kampanye gerakan amaliah tahlilan,karna beliau menyadari bahwa tahlilan sangat banyak hikmah dan fadlilahnya,dan beliau mengakui itu yg dirasa sangat kurang di jam'iyyah Muhammadiyah beliau juga mengajak warga muhammadiyah agar lebih sempurna tahlilan dgn tiga cara 1-Tahlil bil Qolbi,2- billisan,3-bil Arkan..

Reply
avatar
11/23/15, 5:49 PM delete

Bahkn gurauan beliau bp Prof Amin Rais disatu acara,warga muhammadiyah kalau kalau nggak mau tahlil boleh keluar..he,he..(Asli)

Reply
avatar
moch.tain
AUTHOR
11/23/15, 9:03 PM delete

Bentar lagi ada kunut modern

Reply
avatar
11/23/15, 10:24 PM delete

Teman2ku yg saya cintai,setelah saya baca beberapa buku,ternyata memang ada perbedaan yg sangat prinsip di dlm cara mengambil hukum(fiqih)antara aswaja dan wahabiyah(tap ini sebatas pemahaman saya yg masih bodoh)kalau wahabiyah itu dlm mengambil hukum,yaitu apa saja yg tdk ada perintah/contoh dari nabi,maka haram di lakukan,(karna ini bid'ah = dlolalah) maka jadi statis/tdk boleh kreatif. Sedangkan Aswaja cara mengambil hukum terbalik,yaitu,mana2/ apa saja yg tdk ada larangan secara Qoth'i baik dr AlQur'an atau Hadist,maka boleh di lakukan(sesuai ilmu ushul Fiqih)maka hukum ini jadi dinamis kreatif.dan itu sesuai paling tdk dgn 2 sabda Nabi saw. Sbgai berikut :ان الله تعالئ فرض فرا ئض فلاتضيعوها وحدحدودافلا تعتدوها وحرم اشياء فلا تنتهكوها وسكت عن اشياءرحمةبكم فلاتبحواعنها(رؤاه الدارقطني واحمد وغيرهما( dan Hadist : من سن في الاسلام سنةحسنة فله اجرها واجرمن عمل بها بعده من غيران ينقص من اجورهم سيئ،ومن سن في الاسلام سنة سيئة...الي اخرالحديث

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/23/15, 10:48 PM delete

iya ya..saya jadi lebih mantab cara aswaja. berarti dua hadist tsb 1-mmberi/menghargai otoritas pikiran manusia untuk slalu kreatif. 2-hdist tsb menunjukkan bahwa bid'ah itu ada hasanatan dan sayyiatan ya.. من سن في الاسلام سنة حسنة dan من سن في الاسلام سنة سيئة..

Reply
avatar
11/24/15, 9:04 AM delete

Bid'ah iku apa sih.. koq buat rebutan

Reply
avatar
11/24/15, 9:08 AM delete

Alhamdulillah... masih banyak pemuda Islam yg mau ribut

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/24/15, 9:44 AM delete

ini bukan soal Muhammadiyah atau NU, ini soal WAHABI+ASWAJA.dlm sistem pengambilan Hukum..jadi tdk lah heran kalau wahabi gampang mmbid'ah kan dan menkafirkan orang sdangkan Aswaja hampir tdk pernah mmbid'ah kan apa lagi mengkafir kan orang.walhasil bisa di lihat siapa saja yg gampang mmbid'ahkan dan mengkafirkan orang,jelas wahabi.bukan Mummadiyah atau NU.

Reply
avatar
azid zainuri
AUTHOR
11/26/15, 5:55 PM delete

Tidak maencirikan orang muh saat melakukan fatwa. Dalil dan bukti alquran amupun hadits tak d sebutkan.... Emz.... Apakah ini kade muh... Wallahu a'lam.

Reply
avatar
azid zainuri
AUTHOR
11/26/15, 6:00 PM delete

Mas darwis yg tahlil tpbkh dahlan tidak. Dikernakan perubhan pemikiran pra makkah dan pasca makkah.

Reply
avatar
Aurora Habibi
AUTHOR
11/26/15, 9:49 PM delete

Semoga niatnya beneran. Semoga tdk ada politisasi tahlil, yakni menerima tradisi tahlilan, menghilangkan hukum bid'ah yg ditetapkannya, demi karena kwatir kekurangan "anggota". Smoga Allah selalu memberi hidayah pd kita semua, amiiin ...

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/26/15, 11:37 PM delete

nah itu sdr aura habibi sdh tdk obyektif dan su-udzon..hukum bid'ah itu tdk akan pernah hilang,cuma lagi2 jadi khilafiyah,karna ada yg bersikukuh smua dlolalah,dan ada yg memahami bid'ah ada hasanah&sayyi'ah.coba pahami cara/metode dua kelompok dlm mengambil hukum asal.yg satu kalau tdk ada contoh maka haram (dlolalah)yg lain kalau tdk ada larang secara Qoth'i maka boleh.

Reply
avatar
11/26/15, 11:53 PM delete

Kalau soal khilafiyah sampai kiamat tak akan selesai,karna masing2 bersikukuh dgn dalilnya masing2.cuma yg satu berani menkafikan yg satu tdk.sebetulnya kalau tdk ada sikap/kata sesat dan kafir yg ada kata لنااعمالنا ولكم اعمالكم pasti smua damai adem

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/27/15, 11:35 AM delete

Yg penting bagi umat zaman sekarang ini bagaimana bisa mmperbaiki ibadah Machdloh nya supaya lebih sempurna lebih berkwalitas disisi Alloh 'Azza wa Jall. lalu berusaha mlaksanakan 2 Harapan Nabi kpd Ummatnya.yaitu من سن سنة حسنة، (berlomba berbuat kebaikn) dan خيرالناس انفعهم لناس (berusaha menjadi orang bisa bermanfaat bagi yg lain..tdk usah muluk2,apalagi smpai merasa paling pintar,paling benar..

Reply
avatar
11/28/15, 7:55 AM delete

Saya sangat setuju,mari kita amalkan dua hadist itu dulu,pasti sdh luar biasa,dawuh من سن سنة حسنة فله اجرهاواجر من عمل بهابعده itu memotivasi kita agar kita slalu melakukan/menciptakn kebaikan2 apa lagi didukung hadist خيرالناس انفعهم لناس artinya kebaikn2 tsb harus yg bermanfaat baik bagi diri kita maupun orang lain.baik di dunia maupun akhirat.dua dalil tersbut sdh sangat kuat apa lagi kita oleh Alloh di bekali Nurani untuk bisa mmbedakan mana perbuatn yg baik(bermanfaat) mana yg tidak. Selama itu kita yakini baik(bermanfaat) lakukan saja jangan nunggu dalil/contoh. Kelamaan bisabisa kita kehilangan kesempatan berbuat kebaikan untk diri kita dan orang lain(sesama).Setuju..? Trims.

Reply
avatar
humaim ima
AUTHOR
11/30/15, 8:03 AM delete

hahahahaha...akhirnya sadar juga ya,,uda ketemu ya dalilnya kalo ternyata tahlil itu bukan bid,ah ...makanya jadi orang tu jangan sok bener ..yang namanya tahlil itu jangan ddi lihat hanya dari bid,ahnya tp lihatlah manfaatnya ..soal bacaannya di terima allah ato tidak ..soal do,a kita nyampek ato tidak itu urusan nanti ,,itu rahasia alloh,,karena kita gak pernah tahu amalan baik yang mana yg di terima alloh ,,tapi lihatlah dari segi perekatan antar warga sekitar,silaturrahim,,dan sodaqohhnya itulah manfaat besar yg ada dalam kegiatan tahlil,,,SALAM NAHDATUL ULAMA,,

Reply
avatar
Pep Yasin
AUTHOR
11/30/15, 7:20 PM delete

Yo Comen yg Tanpa ngejek dan menghujat.شكرا

Reply
avatar
12/2/15, 5:44 PM delete

http://www.sangpencerah.com/2015/11/jangan-paksa-aku-tahlilan-dengan-berita-bohong.html

Reply
avatar
12/2/15, 5:45 PM delete

cek disini
http://www.sangpencerah.com/2015/11/jangan-paksa-aku-tahlilan-dengan-berita-bohong.html

Reply
avatar
12/2/15, 9:18 PM delete

Emang apa alasan orang memaksa Tahlilan.?memangnya ada yg maksa.? Masuk agama Islam saja nggak ada/nggak boleh paksaan. لكم دينكم ولي دين apa lagi cuma Tahlilan.Andaikan umat sejagad ini tdk ada yg sholat dan ibada2 yg lain pun Alloh tdk rugi tdk pula mengurangi kemuliaan dan kemaha sempurnaan nya..

Reply
avatar
12/3/15, 9:11 PM delete

Menurut Saya Gx ada bedanya karena sama sama memohon...

Reply
avatar
abie doha
AUTHOR
1/1/16, 8:32 AM delete

Itulah goblognya orang2 islam..gx pake otak...gx pnya toeransi.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
1/13/16, 12:24 PM delete

oo cuma makalah to... sayangnya isi ijtihatnya kok TIDAK BERSANDAR pada kemurnian agama islam ato mencontohkan perilaku perbuatan nabi dan sahabatnya yang jelas dijamin masuk surga.. jangan jangan hanya bajakan... walau pakek logo muhammadiyah tapi kelihatannya keluar bukan dari situs muhammadiyah.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
1/15/16, 6:05 PM delete

EMANG PADA DASARNYA MANUSIA ITU GOBLOK.. SALAH... HANYA MENGIKUTI PRASANGKA.. DUGAAN.. KIRA-KIRA.. KATANYA..CERITANYA DAN MENURUTI HAWA NAFSUNYA YANG DILIPUTI SYAITON, KECUALI ORANG-ORANG YANG DIRAHMATI OLEH ALLAH BAIK ITU YANG KUFUR MAUPUN YANG BERIMAN...

Reply
avatar
2/6/16, 7:12 PM delete

Jgn salah brow, penyajian/pembagian makanan itu jgn disalah artikan sbg menghambur2kan uang (party) ato berasumsi "dapat kesusahan maLah mengeLuwarkan duit Banyak buwat SeLamatan" Nah dari Kata SELAMATAN itu org2 duLu memanifestasikan dr kata "SELAMAT" Supaya yg diseLametin di ampuni dosanya oLh ALLOH SWT. dan diberi keSELAMATan.
Ditarik Lbh dLm Lg perayaan SELAMATAN itu di ibarohkan dg sedekah/jariyah.
dan shodaqoh Jariyah model apapun akan nyampe pada yg disedekahi (mayyit).

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
2/11/16, 1:13 PM delete

Muhammadiyyah tidak termasuk salah satu dari Madzhab Ahlussunnah waljamaah, karena banyak hal yg mereka tentang, dan Muhammadiyyah ini hanya ada di indonesia saja, di negeri lain dikenal dengan sebutan wahabi, dan faham wahabi ini bertentangan dengan 4 Madzhab Ahlussunnah waljamaah,
namun bukan berarti kita harus memusuhi mereka, namun kewajiban kita untuk merangkul mereka kembali pada shaf yg benar.
Habib Munzir al Musawa.

Reply
avatar
2/13/16, 11:07 AM delete

INI PENGHINAAN KPD ORMAS MUHAMMADIYAH ..............

CATAT = SEMUA MUSLIM ADALAH AHLUSSUNNAH .............

Reply
avatar
chep roslan
AUTHOR
2/21/16, 6:02 AM delete

sama aja ini mh . . .
ko bisa ya muhammadiyah bikin fatwa begitu? kalau mau mohon ampun sendiri2 aja , tak usah berjamaah...
i love persatuan islam PERSIS

Reply
avatar
sugengdrs
AUTHOR
2/27/16, 8:50 AM delete

Artinya :tahlilan, boleh dong, bahkan sbg rahmat. Camkan itu....cocok.memang kita hrs belajar terus...... Coba kita kebelakang sejenak, dulu NU pernah memakruhkan tahlilan, tapi tak sampai mengharamkan, kemudian generasi mudanya menganggap tahlilan sangat bermanfaat dunia akhirat tetap mengadakan tahlilan. Muhammadiyah juga tahlilan, kemudian generasi berikutnya mrniadakan tahlilan,nah mungkin generasi berikutnya lagi memiliki pendapat yg lebih baik tahlilan (modern), karena memang manfaatnya lebih nyata. Ini adalah proses. Dan benar bahwa yg tak bisa di ubah adalah ibadah- ibadah madhoh, ibadah wajib. Mari kita mater, maju bersama, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh...semoga ridho Allah memgalir untuk kita semua. Amiiin!!!.

Reply
avatar
3/6/16, 4:54 PM delete

Bagiku amalku, bagimu amalmu. Karepmu kono, terserah kowe wae. Allah yang berhak menilai amalan seseorang baik atau tidak.

Reply
avatar
syairko.com
AUTHOR
4/9/16, 8:06 AM delete

Nyimak saja dulu.

Reply
avatar
Edy Sulistyo
AUTHOR
5/1/16, 8:13 PM delete

Sejak dulu hingga sekarang Muhammadiyah konsisten bahwa acara tahlilan org mati adalah bid'ah, dan sangat tidak mungkin mengadakan tahlil Modern seperti yg anda tulis. Tulisan anda memprovokasi, tanpa ada klarifikasi dari Muhammadiyah. Semoga Allah mengampuni anda yang telah menyebarkan berita palsu ini, dan tidak memaksakan opini untuk mempengaruhi publik dgn berita palsu.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
5/8/16, 7:03 AM delete

begitu?, trus mengapa prof. Din jadi pemimpin tahlilan, mengapa banyak jemaah muhammadiyah yg sholawatan, 7 hari, 40 hari dll? konsisten atau ngga paham bid'ah?

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
5/19/16, 3:47 PM delete

menjelang puasa ini muhammadiyah akan berbuat" lain " lagi dari yg di tetapkan oleh pemerintah he...heee...( sok beda )

Reply
avatar
Kardjono J
AUTHOR
6/3/16, 9:56 PM delete

Benarkah NU itu ahlusunnah?
Bukankah lebih sesuai jika dikatakan ahlubid'ah

Reply
avatar
sugengdrs
AUTHOR
6/5/16, 1:42 PM delete

Betul. Kembali ke alQuran n Hadits, akhirnya ya mentok di tafsir lagi...lha klw menafsir dg ilmunya sendiri malah lebih kacau....kecuali dikembalikan kpd ahlinya....

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
6/8/16, 8:17 PM delete

tahlilan jadi masalah, saya sih gak tahu apa2 tentang agama tapi saya pernah ikut tahlilan dan menurut saya acara spt ini ada manfaat dan kurangnya (saya gak lagi ngomong dalil atau pendapat ulama tp ngungkapin pendapat saya sendiri, boleh dong masa gak boleh).

manfaatnya kalo menurut saya:
bisa mempererat hubungan antar masyarakat, bapak2nya tahlil, ibu2 rewang. sanak saudara yg jauh pun terkadang datang.
kekurangannya: keluarga yg kena musibah harus menyediakan dana..di daerah saya kalo mau tahlilan ya silahkan kalo gak mau ya silahkan. tidak ada pemaksaan dan tidak ada pelarangan.

masalah kelompok2 yg saling mengkafirkan dan bicara bid'ah, hehe itu masalah kuat-kuatan dalil, ada yg buat pernyataan dgn dalil maka ada yg nyanggah dgn dalil pula..begitu terus sampai nanti kiamat, gak apa2 karena itu merupakan bukti bahwa umat islam peduli dgn agamanya (asal tdk sampai timbul fitnah dn perang)

ya kira2 seperti itu pendapat saya, saya juga gak maksa kok mau setuju atau tidak dgn pendapat saya, haha

Reply
avatar
6/9/16, 5:12 AM delete

Terlalu pintar orang2 jaman sekarang,sampai2 amalan baik'pun diperdebatkan,orang yang ngerti tentang agama tidak perlu mempermasalahkan hal itu,tapi dia tahu cara menghormati orang lain.Islam itu indah bila kita saling menghormati dan menghargai.

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
6/11/16, 5:54 PM delete

warga muhammadiyah dengar video ini. ini BUKTI tahlil ala muhammadiyah oleh Amin Rais
https://www.facebook.com/syamsul.anam.1800/videos/vb.100000894643005/1172934672746343/?type=2&theater

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
6/11/16, 6:17 PM delete

ini video Amin Rais menyuruh warga Muhammadiyah untuk TAHLILAN, SIMAK YA....
https://www.facebook.com/syamsul.anam.1800/posts/1172940882745722

Reply
avatar
8/16/16, 9:18 AM delete

MAu Beramal aja kok takut salah..

lakukan gak ya..

lakukan gak ya...

Reply
avatar
paijo arema
AUTHOR
10/24/16, 7:04 PM delete

yang nulis jama'ah SINTING... wkkkkk

Reply
avatar
dadan hendra
AUTHOR
11/1/16, 2:21 PM delete

Hayo hayo ribut terus..gak maju maju ni umat, dari dulu ampe sekarang..hadeuh..mbo ya baekan gitu lho..dah ga usah merasa paling sunnah sendiri..ilmu Alloh itu luas, otak kita kita itu kecil..makanya pake hati kalo mau ngomong..

Reply
avatar
Happy
AUTHOR
11/4/16, 11:01 AM delete

Ini baru makalah satu orang atau sudah keputusan resmi organisasi? Mohon Tabayyun dan klarifikasi. Agar kita terhindar dari fitnah dan menyesatkan orang banyak. Nauzubillah..

Reply
avatar