Dewan Ulama Tarekat Sumbar Menolak Ajaran Salafi Wahabi Dan Syi'ah Rafidah

Pernyataan Sikap Dewan Ulama Thariqah Indonesia Sumatera Barat

tarikat menolak radikalisme salafi wahabi dan syiah
Forum Ulama Tarekat Sumbar

Bertepatan pada hari Jum'at tanggal 22 Januari 2016 M/12 Rabi'ul Akhir 1437 H, Dewan Ulama Tarekat Sumatra Barat yang di ketuai oleh Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag telah membicarakan permasalahn-permasalahan yang terkait dengan umat islam saat ini terutama di Sumatera Barat khususnya. Dewan ulama tarekat yang beranggotakan para mursyid, khalifah dan ulama-ulama sufi dari seluruh tarekat muktabaroh se-Sumatera Barat telah memutuskan atau mengambil sikap terhadap ajaran-ajaran radikal yang  suka melakukan teror, ajaran-ajaran takfiri yang suka mengkafirkan saudaranya sendiri, ajaran yang menyalahi aqidah Ahlussunnah Waljama'ah yang akibatnya bisa menimbulkan perselisihan terhadap hal-hal khilafiah, serta pernyataan sikap terhadap ajaran Syi'ah Rafidah yang suka mencela dan menghina Sahabat serta istri nabi dan ajaran-ajaran yang membawa nama tareqat padahal bukan tareqat sehingga mencemari nama tareqat tersebut. Hal jika di biarkan maka ke depan umat islam akan mudah di adu domba serta akan menimbulkan pertikaian dan kekacauan.

Pernyataan sikap tersebut di bacakan oleh ketua DUTI Sumbar di depan para jurnalis di dampingi Rais Mustasyar Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah, Mustasyar Prof.DR. Salmadanis, MA dan beberapa khalifah Tareqat Qodiriyah Hanafiah


Isi Pernyataan sikap Dewan Ulama Thariqah Indonesia ( DUTI ) Sumatera Barat


  1. Menentang segala aqidah yang keluar dari Tauhid Islamiyah dan Ahlus sunnah Waljama'ah. Selanjutnya mengajak umat serta pengamal tariqah di Sumatra Barat untuk melindungi dan membentengi diri, keluarga serta seluruh masyarakat dari faham radikal, takfiri atau pemahaman yang mengkafirkan sesama umat seperti yang didakwahkan oleh kelompok Salafi Wahabi dan Kelompok Syi'ah Rafidah
  2. Menentang serta mengecam segala bentuk pemahaman radikal yang membolehkan tindakan teror, seperti ISIS serta pendukungnya. Selanjutnya menghimbau umat islam serta pengamal tariqah Sumatera Barat khususnya untuk menjaga serta saling bersatu untuk menghadang segala bentuk pemahaman-pemahaman radikal tersebut, serta aliran-aliran yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh MUI, dengan melakukan komunikasi dan koordinasi bersama ulama serta aparat yang berwenang setempat
  3. Menghimbau kepada kelompok-kelompok yang mengaku jamaah tariqah namun memiliki pemahaman yang menyimpang dari Al-Quran dan Hadits serta jauh daripada Aqidah Ahlus sunnah Waljama'ah, agar bertaubat kepada Allah SWT dan merapatkan barisan kepada Majelis-Majelis Tarekat yang masih menjunjung tinggi Al-Quran dan Hadits yang beraqidah Ahlus sunnah Waljama'ah
  4. Menghimbau seluruh kaum Muslimin dan Muslimat Sumatera Barat, untuk dapat bersatu dan menjauhkan diri dari prasangka buruk serta mengkafirkan saudara sendiri hanya karena permasalahan khilafiyah ( perbedaan pendapat ) yang membuat umat Islam mudah di adu domba oleh kelompok-kelompok yang memiliki aqidah di luar Ahlus Sunnah Waljama'ah yang berujung perpecahan diantara umat. Padahal sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda " perbedaan pada ummatku adalah rahmat "
Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menghormati diantara sesama Umat Islam, serta saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran untuk terwujudnya Sumatera Barat menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

ulama tarekat menolak wahabi dan syiah

dewan ulama tarekat menolak wahabi dan syiah


Previous
Next Post »