Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah - 4 Maqam Dalam Tasawuf

Etape Bagi Penempuh Jalan Ruhani
tingkata maqam dalam tasawuf
Mursyid TQH


Didalam tarekat hanya ada 4 tingkatan yang mana keempat tingkatan tersebut berbeda istilah dalam setiap tarekat, tingkatan pencapain dalam setiap amalan-amalan tasawuf dalam dunia tarikat sufi tersebut adalah:

Zikir
Rasa
Penyaksian
Mahabbah


1. Zikir
Zikir adalah ingat. Bagi kita yang berzikir didalam dunia tasawuf, sebelum zikir tersebut dapat melahirkan rasa dekat kepada Allah maka zikir itu gagal. Jika zikir telah melahirkan rasa dekat kepada Allah maka berarti seorang penempuh jalan tareqat telah melewati satu etape atau tingkatan pencapaian ( maqam ). Artinya zikir seorang salik yang sukses adalah zikir yang melahirkan rasa dekat kepada Allah.


2. Rasa
Maqam yang kedua adalah rasa dekat, ketika seorang penempuh jalan telah memilki rasa dekat kepada Allah, dan rasa dekat tersebut sudah sampai kepada puncak rasa, tanpa ia sadari ternyata ia baru sampai di tengah jalan, artinya sang salik belum sampai ke tujuan yang sesungguhnya. Rasa dekat kepada Allah bukanlah tujuan, rasa dekat hanya sebagai batu loncatan untuk dapat meyaksikan Allah.
Darimanakah datangnya rasa dekat kepada Allah tersebut?
Rasa dekat mustahil terbit dari akal seorang hamba apalagi datang dari hawa nafsu. Rasa dekat lahir dari pemberian Allah sendiri, seorang hamba tidak mampu menciptakan rasa dekat di dalam hati dan perasaannya sendiri, akal tidak memilki kesanggupana untuk melahirkan rasa dekat apalagi hawa nafsu. jika rasa dekat tersebut muncul yakinlah bahwasanya:
" Di balik rasa dekat itu tidak ada yang lain selain Allah "
Tidak satupun zat yang sanggup memberikan rasa dekat kepada Allah melainkan Allah sendiri.


3. Penyaksian
Ketika keakuan diri sudah lenyap, rasa kepemilikin sudah hilang terhadap segala sesuatu termasuk terhadap diri sendiri bahkan terhadap kata " aku " sendiri, sehingga mencapai titik nol maka pada saat itulah terbuka tirai dan hijab yang di buka sendiri oleh Allah. Disaat di bukakan hijab maka pada saat itulah sang hamba akan dapat menyaksikan keindahan Wajahnya Allah.
Meyaksikan Allah dengan hati bukan dengan kedua mata, karena meyaksikan adalah kerja hati dan melihat adalah kerja mata. Artinya yang meyaksikan Allah adalah hati bukan kedua bola mata kita.


4. Mahabbah
Setelah tirai itu terbuka dan dapat menyaksikan keindahan Allah, siapa yang tidak akan jatuh cinta? siapa yang tidak akan takjub kepada Allah? Maqam cinta adalah maqam tertinggi dalam pencapaian tingkatan seorang penempuh jalan tasawuf sufi/tarekat.

( Ringkasan tausiyah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah, dalam acara pertemuan ulama tareqat se-Sumatera Barat di Surau Rabbani-Solok )


Previous
Next Post »