PP - PMKRI Atau Habib Riziq Yang Tak Paham Tentang Tuhan ?

PP - PMKRI AKAN GIGIT JARI !

Memang sungguh pintar banget , siyasah yang hebat ...

Pernyataan "Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakan , kalau Tuhan beranak maka siapa bidannya ?"

Statetment itu akan membuktikan fakta sejarah yang selama ini jarang dikupas tuntas tentang AGAMA mana yang benar benar sesuai PANCASILA, karena banyak orang mengklaim seorang pancasilais.

Sebab isi PANCASILA sendiri berbunyi :

"KETUHANAN yang MAHA ESA"

Dan dalam ALQUR'AN bahwa : "QUL HUWALLAHU AHAD"

artinya : katakanlah : "katakanlah : ALLAHU itu ESA"

Bagaimana pengertian ESA yang dimaksud dalam ALQUR'AN itu ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤

Bacaan Bacaan Surat Al Ikhlas dalam Bahasa Indonesia

1).Qul huwa allaahu ahadun,
2).allaahu shamadu,
3).lam yalid walam yuuladu,
4).walam yakun lahu kufuwan ahadun.

Terjemahan Bacaan Surat Al Ikhlas

1). Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
2). Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
3). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
4). Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

penjelasannya sebagai berikut :

1. Sesungguhnya ALLAHU itu ESA (AHAD)

lalu bagaimana pengertian ESA tersebut ? jawabanya ada di penjelasan ayat selanjutnya :

2. ALLAHU tempat bergantung segala sesuatu artinya segala sesuatu menggantungkan dirinya pada ALLAHU , ini membuktikan ALLAHU adalah TUHAN yang BERDIRI SENDIRI,

3. karena BERDIRI SENDIRI maka mustahil Dia beranak dan diperanakan, pengertian kata beranak dan diperanakkan dapat diartikan bahwa TUHAN bukan lahir dari konsep pemikiran dan bukan pula konsep pemikiran terhadap sesuatu yang dijadikan TUHAN. Maka ESA itu pengertiannya tidaklah dapat ditambah, tidak dapat dikurangi, tidak dapat dibagi , dan tidak dapat dikalikan atau diakal akali.

4. dari penjelasan 2 dan 3 diatas maka menegaskan bahwa kalau ALLAHU AHAD tidak dapat disetarakan dengan apapun, tiada yang setara dengan DIA , bila tiada yang setara dengan DIA maka amatlah mustahil DIA diserupakan, disemisalkan maupun diumpamakan , dan hal itu sebagai hujjah yang HAQ bahwa Laisa Kamitslihi Syaiun (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ) .

Bila berkaca dari prinsip dasar PANCASILA maka hanya ada satu AGAMA yang benar benar menerapkan prinsip butir pertama PANCASILA yakni ISLAM.

Statetment umpan yang dilontarkan oleh ulama tersebut akan membuktikan dan mematahkan hujjah pemahaman TRINITAS , TRITAUHID , dan TRIMURTI adalah BATHIL.

nb : tenang saja, ulama tersebut tidak akan dapat dituntut dalam tuduhan penistaan AGAMA , sebab ucapannya sesuai dengan prinsip pancasila butir pertama "KETUHANAN yang MAHA ESA" , pelapor akan gigit jari sendiri nantinya.

By: Jefri Nofendi


Previous
Next Post »